Film 'Senyap' Borong 5 Penghargaan FFIV Ke-17 di Italia

Seruu.com - Film "Senyap" besutan sutradara Joshua Oppenheimer asal Amerika Serikat dan ko-sutradara Anonim asal Indonesia, memenangkan Penghargaan Utama Juri (Grand Jury Prize) dalam Festival Film Internasional Venezia ke 71 (Venice International Film Festival) di Italia.

Film dokumenter yang diproduksi oleh 5 negara, yaitu: Denmark, Indonesia, Norwegia, Finlandia dan Inggris ini bercerita mengenai pembantaian massal di Sumatera Utara pada 1965 iniberhasil membawa pulang piala. Tidak tanggung-tanggung, film ini sukses membawa lima piala di ajang festival film bergengsi tersebut.

Gelar dari piala yang didapat yaitu Penghargaan Utama Juri (Grand Jury Prize) dan FIPRESCI Award (Penghargaan Federasi Kritikus Film Internasional) untuk film terbaik, Mouse d'Oro Award (Penghargaan Kritikus Online) untuk film terbaik, Fedeora Award (Federasi Kritikus Film Eropa dan Mediterania) untuk film terbaik Eropa-Mediterania, dan Human Rights Nights Award untuk film terbaik bertema hak asasi manusia.

"Penghargaan ini adalah sebuah kehormatan bagi kami, dan mudah-mudahan juga merupakan dukungan bagi upaya-upaya di Indonesia untuk menyelesaikan kasus pelanggarah HAM di masa lalu termasuk Tragedi 1965 dan komitmen untuk menghapus semua bentuk impunitas," kata Joshua dalam rilis yang diterima Seruu.com, Senin (08/09/2014).

Film Senyap, seperti film Jagal/The Act of Killing, adalah film dokumenter mengenai pembantaian massal 1965 di Sumatera Utara. Berbeda dengan film Jagal yang mengambil perspektif para pelaku pembantaian tersebut, film Senyap mengambil perspektif penyintas dan keluarga korban.

Film ini bercerita mengenai keluarga Adi Rukun yang mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana kakaknya dibunuh dan siapa yang membunuhnya. Sebagai adik bungsu, Adi bertekad untuk memecah belenggu kesenyapan dan ketakutan yang menyelimuti kehidupan para korban, dan kemudian mendatangi mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan kakaknya

Adi Rukun sendiri menjelaskan bahwa sebagai tukang kacamata, sehari-hari dirinya membantu orang lain untuk melihat dengan lebih terang. Dia punya harapan yang sama dengan film ini. Adi berharap bahwa dirinya juga membantu banyak orang melihat dengan lebih terang apa yang sebenarnya terjadi dalam sejarah kelam kita yang selama ini dipalsukan atau setidaknya disembunyikan.

"Kami, keluarga korban, bukanlah orang jahat. Kami bukan hantu bahaya laten komunisme yang perlu ditakuti. Kami bukan hama yang perlu diberantas.” Jelas Adi Rukun.

Tidak seperti para pelaku, lanjutnya, kami tidak minta kakak, ayah, ibu, saudara-saudara kami, para korban, dijadikan pahlawan, walaupun sebagian dari mereka pantas untuk itu. Kami hanya ingin berhenti dianggap sebagai orang jahat dalam pelajaran sejarah di sekolah-sekolah.

Kami, tambahnya, ingin berhenti dianggap sebagai kelompok yang hina dan khianat. Kami tidak pernah melakukan kesalahan yang pantas dihukum dengan cara keji seperti apa yang terjadi pada tahun 1965.

“Apakah pelaku mau mengakui kesalahan mereka, itu terserah mereka. Para pelaku punya pilihan untuk mengakui kesalahan dan minta maaf, atau mereka mau terus menambah nyaring kebohongan mereka.” Katanya.

Karenanya, Adi menegaskan, lewat film Senyap, dirinya hanya ingin memberi tahu bahwa kami tahu apa yang mereka lakukan. Kami tahu apa yang sesungguhnya terjadi di balik kebohongan mereka. Cepat atau lambat, tapi pasti, kebohongan akan terungkap. Kami akan terus bicara.

“Penghargaan ini adalah sebuah pendorong semangat bagi kami, keluarga korban, untuk terus membongkar kebohongan yang selama ini menjadi fondasi bagi kekuasaan para pelaku pembantaian massal.”

Sementara, itu, ko-sutradara, Anonim menilai kemenangan ini bukanlah kemenangan kami. Ini adalah gaung bagi suara-suara lirih keluarga korban, penyintas, dan mereka yang tertindas. Mudah-mudahan gemanya akan sanggup memperkuat suara-suara itu, karena di sela-sela kesenyapan itu juga ada banyak harapan.

"Film kami menunjukkan betapa rekonsiliasi adalah sebuah jalan panjang, penuh rintangan, dan berat. Kami berharap pesan film Senyap ini mencerminkan optimisme kami: Rekonsiliasi adalah jalan berat, bukan jalan yang tak mungkin.” Tandasnya.

Film Senyap diputar perdana secara internasional di Festival Film Internasional Venezia ke 71 di Italia pada tanggal 28 Agustus 2014. Dari Venezia, film Senyap diputar di Festival Film Telluride, Amerika Serikat, dan akan diputar di Festival Film Internasional Toronto 8 September mendatang. [Cesare]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar
  1. Eirene

    wauuww