Nirwan Dewanto: Saya Muslim, Iman Saya Tidak Goyah
Nirwan Dewanto saat berperan sebagai tokoh Soegijapranata di film 'Soegija' - @sesawi.net

Jakarta, Seruu.com - Tokoh seorang Pastur 'Soegija' diperankan oleh seorang yang ternyata beragama muslim, yakni Nirwan Dewanto. Maka dari itu sejak kabar tidak sedap mengenai film 'Soegija' yang dianggap adanya upaya kristenisasi, Nirwan hanya menanggapi dengan santai.

"Saya muslim. Di film ini saya berperan sebagai uskup pertama di Indonesia. Setelah syuting dan setelah menonton film ini, keyakinan Islam saya sama sekali tidak goyah. Jangan menilai sebelum Anda menontonnya secara utuh," ungkapnya di screening film di Platter Café, Setiabudi, Kuningan, Jaksel, Kamis (24/05/2012).

Nirwan memang awalnya menolak bergabung dan bahkan tidak mengikuti proses casting film tersebut. Namun karena Garin Nugroho, selaku sutradara film 'Soegija' melihat wajah jadul Nirwan yang sesuai dengan karakter Pastur Soegijapranata.

"Awalnya saya bimbang, di sastra saya sudah nyaman. Kalau terjun di film ini saya harus total. Saya harus meninggalkan semua pekerjaan saya di Jakarta dan juga keluarga saya," ungkapnya lebih lanjut.

Nirwan pun menceritakan akhirnya dia mau dan dengan mantap serta yakin untuk memerankan tokoh agama tersebut di film 'Soegija'. "Saya tertarik pada ide-ide yang tegas dalam menghadapi perbedaan dan melakukan toleransi. Skripnya saja berubah 12 kali lebih. Garin bergulat dengan tokoh-tokoh di film ini. Karena itu saya yakin ide besar akan muncul dalam laku pemain. Karenanya saya ikut," terangnya.

Namun tidaklah mudah memerankan tokoh Soegijapranata. Dan hal inilah yang diakui oleh Nirwan yang merupakan pemain baru dalam dunia perfilman. Akibatnya Nirwan selalu meminta bantuan sang sutradara, agar dirinya dapat dengan sungguh-sungguh mendalami perannya.

"Tantangannya cukup besar ya. Pendalaman karakter itu saya lakukan karena diancam metode Garin yang sering kali menyimpang dari skrip. Kejutan-kejutan di lapangan membuat saya terkejut saat nonton. Pesan dalam film ini kuat. Dan tantangannya saya harus menjalankan pesan-pesan dalam film ini dalam kehidupan nyata," ungkapnya.

Garin ungkapkan bahwa film 'Soegija' banyak menggunakan pemain dari Jepang dan Belanda. "Film ini memang mengambil setting era tahun 1940-an, namun ternyata syutingnya selesai hanya 28 hari, lebih cepat dari target selama 45 hari," jelasnya.

Selain itu Garin juga menjelaskan bahwa film ini akan memberikan pelajaran tentang multikulturalisme yang dapat diambil. Contohnya dalam penggunaan bahasa Jepang, Belanda, Latin, dan Jawa. [fps]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (5 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar