Demo Anti - Sudan, George Clooney diborgol Polisi
George Clooney ditahan kepolisian (Getty Images)

Washington, Seruu.com - Sekelompok anggota parlemen Anggota Amerika Serikat (AS) dan bintang film  Hollywood, George Clooney ditangkap saat menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Sudan di Washington, AS, Jumat (16/3/2012) waktu setempat.

Clooney, bersama ayahnya Nick yang berprofesi sebagai wartawan, serta beberapa aktivis anti-Sudan menolak peringatan tiga polisi yang memperingatkan mereka untuk meninggalkan tempat demonstrasi. Penolakan itu membuat mereka ditangkap dan digelandang masuk ke mobil van milik kesatuan Secret Service (pengawal presiden) dengan tangan terikat.

"Kami membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk diizinkan masuk ke Sudan sebelum menjadi krisis kemanusiaan terburuk di dunia," kata Clooney kepada wartawan sesaat sebelum penangkapannya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (17/3/2012).

Dalam kesempatan itu Clooney, meminta pemerintah Sudan menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap warganya terutama perempuan dan anak-anak yang paling banyak menderita dalam perang saudara di kawasan itu.

‘’Hentikan pemerkosaan terhadap mereka dan jangan biarkan mereka kelaparan.... itu saja yang kami minta,’’ imbuhnya, dalam kawalan aparat.

Clooney menilai, telah terjadi kejahatan kemanusiaan di Darfur sepanjang Agustus 2003 hingga Maret 2004 silam.

Clooney saat demonstrasi itu menuntut diakhirinya penutupan terhadap semua bantuan kemanusiaan ke Sudan. Dia juga meminta aparat kepolisian membeberkan alasan dia ditangkap.

Namun demikian penahanan ini tak berlangsung lama.  Beberapa saat kemudian Clooney dan rekan-rekan dibebaskan.

Sebelumnya Rabu (14/3/2012) Clooney berbicara dihadapan Senat Amerika mengenai hasil temuannya saat berkunjung ke  Sudan beberapa waktu lalu. Ia, memaparkan mengenai bagaimana kondisi masyarakat  di pegunungan Nuba di  Kordofan Selatan, sebuah wilayah di Sudan yang berdekatan dengan  daerah perbatasan Sudan dan Sudan Selatan yang baru saja merdeka.

Pada hari yang sama, Clooney bersuara lantang saat dengar pendapat dengan anggota Senat AS, terkait tuntutan agar Presiden Sudan Omar al-Bashir serta dua pejabat negeri itu agar diseret ke pengadilan internasional.

‘’Kami menemukan anak-anak yang terluka oleh peluru, termasuk bocah sembilan tahun yang sudah tidak memiliki tangan,’’ ujarnya dihadapan Senat. [reuters/mdi]

 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar