Bugil, Pilihan Bagi Wanita Iran Untuk Lakukan Perlawanan!
Ilustrasi, Kalender Revolusioner

Seruu.com - Bentuk protes dengan cara bugil semakin ngetren di dunia. Sekelompok perempuan Iran yang tinggal di Eropa nekat bertelanjang ria dalam sebuah video untuk memprotes penindasan secara seksual di negeri asalnya.

Dalam video tersebut tujuh perempuan yang tampak setengah badan tanpa busana itu juga menyatakan berbagai slogan tentang persamaan gender. Diantaranya, "Saya percaya adanya persamaan hak antara pria dan wanita" dan "pikiran saya, tubuh saya, adalah pilihan saya".

Mereka memproduksi video tersebut dengan harapan bisa meningkatkan penjualan Kalender Revolusioner, yang terbit kemarin (9/3) bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional.
    
Kalender tersebut didedikasikan kepada aktivis Mesir, Aliaa Magda Elmahdy, yang memasang foto bugilnya satu badan penuh pada blog nya tahun lalu. Tindakan itu bertujuan untuk memprotes diskriminasi seksual dalam Islam.

Aksi yang dilakukan oleh mahasiswi 20 tahun, menuai kemarahan di Timur Tengah. Dia juga dihujani pernyataan hinaan dari ribuan orang. Tidak sedikit yang menyebutnya sebagai pelacur.

Maryam Namazie, yang memproduksi kalender tersebut menyatakan bahwa telanjang telah menjadi senjata ampuh dalam melawan penindasan. "Islamisme dan agama sangat terobsesi dengan tubuh perempuan," ujarnya.

"Mereka (agama) menuntut kami untuk tertutup, bersih, dan patuh. Untuk melawan hal itu, telanjang menerobos batas-batas tabu dan bentuk penting dari sebuah perlawanan," tandasnya seperti dikutip Daily Mail kemarin.

Film dan kalender tersebut juga untuk mendukung aktris Iran yang telah masuk daftar hitam pemerintah Teheran Golshifteh Farahani, setelah berpose bugil di sebuah majalah berita Prancis.

Aktris 28 tahun, yang membintangi beberapa film bersama Leonardo de Caprio dan Russel Crowe tersebut, menyatakan telah dihubungi pemerintah Iran dan diminta agar tidak kembali ke negara kelahirannya.

Foto kontroversial, dengam format seni hitam putih  itu memperlihatkan Farahani berpose dengan latar belakang gelap dan kedua tangannya menutupi dadanya. Gambar tersebut kali pertama dipublikasikan oleh majalah Madame Le Figaro.

Aksi serupa juga terjadi di Jerman. Sekelompok perempuan melakukan aksi telanjang di jalanan dengan make up wajah lebam-lebam. Sebagian lagi bagian tangan atau kakinya diperban dan diolesi pewarna seperti darah hingga terkesan baru saja menjadi korban kekerasan. Aksi tersebut juga untuk memperingati Hari Wanita Internasional.

Foto aksi mereka yang dimuat di halaman depan sebuah harian Jerman, Bild menuai protes. Pihak Bild berjanji foto tersebut akan menjadi yang terakhir, setelah sekitar 5.000 gambar kaum hawa tampil di harian tersebut sejak 1984. Bahkan koran tersebut juga memutuskan untuk meliburkan karyawan perempuan di Hari Perempuan Internasional. [ndis]

Peraturan Komentar