Aktor Film John Carter Mengaku Diperas Petugas Imigrasi Saat Masuk Indonesia
Taylor Kitsch

Seruu.com - Seorang aktor Hollywood mengaku sempat diperas agar bisa lolos imigrasi sebuah bandara di Indonesia. Awalnya, dalam wawancara dia mengatakan berada di Filipina, namun pemerintah setempat membantah. Diberitakan kantor berita Filipina, ABS-CBN News, Sabtu pekan lalu, aktor Taylor Kitsch mengungkapkan kisah ini dalam acara bincang-bincang "Late Show With David Letterman." Letterman mengatakan Kitsch tiba di bandara Filipina dari Jepang untuk syuting film Savages saat dicegah masuk oleh petugas Imigrasi.

Dalam wawancara di acara tersebut, Kitsch tidak membantah dia berada di Filipina, juga tidak membenarkan. Dia menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan petugas bandara melarangnya masuk ke negara tersebut karena paspornya kehabisan halaman untuk distempel. Lalu dia diminta kembali ke Jepang, padahal dia mengaku telah mengantongi visa kerja.

"Dia bilang 'halamannya tidak cukup, saya tidak bisa menstempelnya. Silakan kembali ke Jepang.' Saya bilang 'saya bekerja di sini, saya punya visa.' Dia tidak percaya saya aktor, jadi saya mendesak dia," kata Kitsch.

Untuk membuktikan dia seorang aktor, Kitsch menunjukkan promo filmnya di iPhone miliknya. Bukannya memperhatikan promo tersebut, petugas imigrasi malah tertarik pada gadget milik Kitsch.

"Dia bilang 'Hei, bisa belikan aku satu yang seperti itu (iPhone)?', lalu saya bilang, 'Saya akan berikan ini jika saya boleh masuk,' namun dia tetap tidak percaya saya seorang aktor," jelas Kitsch.

Barulah setelah Kitsch menunjukkan promo filmnya yang lain berjudul "John Carter," petugas tersebut percaya dan memperbolehkan dia masuk ke Indonesia. "Dia bilang, 'saya suka promo film, kau boleh masuk'," kata Kitsch. Tidak dikatakan apakah akhirnya dia memberikan iPhone tersebut atau tidak.

Komentar ini menuai protes dari pemerintah Filipina. Mereka mengatakan bahwa Letterman salah menyebut nama negara. ABS-CBN menuliskan Kitsch tengah berada di Indonesia, karena film itu tidak digarap di Filipina, melainkan di Nusa Tenggara Barat.

Komisi Imigrasi Filipina, Ruffy Biazon, juga tidak menemukan catatan kedatangan Kitsch di bandara saat dilakukan penyelidikan. "Kitsch salah menyebutkan nama negara. Tidak ada catatannya pada kami dan filmnya syuting di negara lain," kata Biazon.

Bantahan ini dibenarkan dalam situs Balifilm.com. Dalam salah artikel di situs ini, dikatakan bahwa syuting film Savages besutan sutradara Oliver Stone tersebut dilakukan di Pulau Moyo, NTB, selama enam hari. Film ini bercerita soal perdagangan obat bius yang dilakukan oleh kartel Meksiko. [ndis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar