Menkokesra Dukung Musik Dangdut Didaftarkan ke UNESCO
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono (Kanan)

Surabaya, Seruu.com - Ada yang menarik dari pernyataan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono dalam sambutannya di acara Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI) di Hotel Garden Palace Surabaya, Sabtu (3/3/2012).

Di hadapan 28 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAMMI se-Indonesia, Agung menyatakan dukungannya pada musik dangdut agar segera didaftarkan ke UNESCO sebagai salah satu heritage Indonesia.

“Setelah batik diakui UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia, sekarang sudah saatnya ganti musik dangdut. Pemerintah Indonesia pun siap mendukung musik dangdut untuk diakui secara internasional,” kata Agung yang disambut riuh tepuk tangan dari para peserta Munas PAMMI ke-3.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sendiri adalah sebuah lembaga PBB yang menaungi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

"Sebagai penguatan eksistensi maka musik dangdut ini harus diakui dunia. Tidak hanya berdampak bagi insan dangdut sendiri, namun bangsa Indonesia juga merasakan dampak positifnya. Antara lain dari unsur perekonomian maupun perdagangan," tukas mantan Ketua DPR RI tersebut.

Namun para insan musik dangdut sendiri, lanjut Agung, disarankan agar segera melakukan konsultasi pihak terkait, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kepemudaan, serta Kementerian Kesejahteraan Rakyat.

Menurut politisi Partai Golkar ini, UNESCO merupakan lembaga internasional yang memiliki aturan jelas. Sehingga usulan tersebut harus disiapkan dengan baik. Pihaknya optimistis karena musik dangdut dinilai satu-satunya kesenian asal Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain.

Sementara itu Ketua Umum PAMMI Rhoma Irama menegaskan, pihaknya terus berjuang mendaftarkan musik dangdut ke UNESCO sebagai warisan seni bangsa Indonesia.

"Kita harus memperjuangkan dangdut daftar ke UNESCO sebagai heritage Indonesia," kata Rhoma.

Artis yang dikenal sebagai Raja Dangdut ini mengatakan, sebelum didaftarkan ke UNESCO, sesuai prosedur dangdut terlebih dahulu memiliki hak paten secara nasional.

“Dangdut itu memang milik Indonesia. Saya yang melakukan revolusi musik orkes melayu menjadi musik dangdut. Dangdut itu bagian dari budaya Indonesia, jadi kita harus mempatenkannya agar tidak diakui oleh negara lain,” kata pemilik asli nama Raden Oma Irama ini.

Saat ini, pihak Rhoma sedang mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk mengukuhkan dangdut sebagai bagian dari budaya Indonesia, yang nantinya diakui dunia.

“Saya sedang mempersiapkan untuk dibawa ke UNESCO. Biar dunia tahu kalau yang punya musik dangdut itu Indonesia, ini harus diperjuangkan dan tentunya kita juga butuh dukungan,” tandasnya.

Rhoma Tolak Dicalonkan Lagi

Sementara itu, Munas PAMMI ke-3 sendiri yang digelar 3 - 4 Maret 2012 di Hotel Garden Palace Surabaya diprediksi akan berlangsung “seru”. Pasalnya, Rhoma Irama yang digadang-gadang untuk menduduki kembali posisi Ketua Umum sudah menyatakan tidak bersedia untuk dipilih kembali menjadi Ketua Umum.

Bang Haji (panggilan akrab Rhoma Irama) mengisyaratkan untuk menyerahkan tongkat kepemimpinan PAMMI kepada tokoh yang lebih muda dan kreatif.

“Ini saya lakukan agar PAMMI dapat lebih berinovasi dan berkreasi lebih lugas dan cerdas seiring dengan era globalisasi yang kian menantang eksistensi PAMMI itu sendiri,” kata musisi kelahiran Tasikmalaya, 11 Desember 1946 ini.

Otomatis, pemilihan Ketua Umum PAMMI sendiri dipastikan akan menjadi lebih sengit. Pertarungan antar kandidat calon Ketua Umum akan menjadi seimbang. Saat ini mulai bermunculan di bursa calon Ketua Umum. Diantaranya Ikke Nurjanah, Chyntiasari, Iis Dahlia, dan Cici Paramida.

Sementara itu, Ketua PAMMI Jawa Timur Puri Rahayu mengaku mendukung Ikke Nurjanah menggantikan Rhoma Irama. Selain dinilai sebagai penyanyi senior, cerdas, dan profesional, mantan istri penyanyi Aldi Bragi itu memiliki jam kerja tinggi.

"Tapi DPD PAMMI Jatim belum menentukan sikap dan masih akan melakukan pembahasan internal. Sebenarnya kami masih mendukung Rhoma Irama, tapi karena tidak bersedia dicalonkan, kemungkinan akan beralih ke Ikke Nurjanah," ucap Puri.

Nah, siapakah Ketua PAMMI periode 2012-2017? Dapatkah Ketua Umum baru PAMMI mempertahankan dan mengangkat eksistensi PAMMI agar lebih dikenal dan memasyarakat? Kita tunggu saja.

 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar