Kisah Ayah Adele Saat Meninggalkan Sang Diva
Adele saat berusia 11 tahun dan ayahnya, Mark Evans.

Jakarta, Seruu.Com - Saat Adele memberikan sambutan sebagai pemenang Grammy, kalimat yang keluar adalah "Saya ingin bilang, Mum, anakmu berhasil!".

Adele memakai gaun model sederhana Georgio Armani di acara itu. Dia membanggakan ibunya yang berumur 43 tahun, Penny Adkins.

Penny berusia 18 ketika hamil Adele, dan dia membesarkan anaknya seorang diri hingga anak semata wayangnya itu jadi bintang dunia asal Inggris.

Adele sama sekali tak menyebut-nyebut ayahnya.

Si ayah, Mark Evans, hanya bisa menonton anaknya dari televisi dari rumah sempit di Bridgend, South Wales, Inggris. Mark berprofesi sebagai tukang pipa air.

Mark adalah bekas pecandu alkohol. Dia tak punya satupun rekaman Adele, padahal dua album Adele beraih berbagai penghargaan. Mark juga belum pernah nonton pertunjukan Adele secara langsung.

"Saat dia menyanyi, indah sekali, tapi juga mendatangkan kenangan yang menyedihkan. Terlalu banyak yang kusesali karena aku bukan ayah yang baik. Aku membuat dia sangat kecewa. Andai waktu bisa diputar aku tak akan biarkan kesalahan itu terjadi," kata Mark seperti dikutip Mailonline.

Mark meninggalkan Adele mungil yang berusia 2 tahun. Dia mengaku selagi Adele tumbuh, masih sesekali menghubungi anaknya dan sesekali mengirim uang.

Dia mengenang saat Adele liburan di karavan di Tenby, South Wales. Mereka dua juga pernah berhari-hari makan es krim di pantai Barry Island, Glamorgan, tempat Mark membantu ayahnya mengelola cafe.

Adele kecil sangat senang berenang dan penggemar Spice Girls. Dia suka menyanyikan lagu-lagu kelompok vokal perempuan itu dan mempelajari liriknya.

Alkohol memisahkan Mark dari keluarganya di akhir dasawarsa 90-an.

"Aku kecanduan. Aku tak jadi ayah saat Adele perlu, Aku menyesal."

Adele yang sukses kini menempati rumah seharga 6 juta pound (sekitar Rp85 miliar) di West Sussex.

Adele merasa dikhianati ayahnya saat kecil. "Kalau bertemu, aku akan ludahi dia," kata Adele dalam wawancara dengan American Vogue. "Dia sudah aku anggap tidak ada."

Kata-kata Adele bagi Mark sangat menusuk."Aku sampai tak percaya dia bilang begitu. Menyedihkan sekali. Siapa yang mengajari dia begitu."

Mark terakhir kali menelefon Adele untuk mengucapkan selamat Natal. "Saat itu dia sedang sangat sibuk jadi telefonnya sangat singkat. Tapi, sepertinya saat itu semua baik-baik saja," kata Mark.

Mark pertama kali bertemu dengan Penny yang saat itu mahasiswa berumur 18 tahun di suatu pub di London. Mereka pacaran hingga Penny hamil.

Adele Laurie Blue Adkins lahir pada 5 Mei 1988. Mark mendapat kerja sebagai tukang servis pipa air dan Penny memilih jadi ibu rumah tangga serta meninggalkan kuliah. Mereka serumah tapi tak menikah.

Hubungan Mark dan Penny mulai renggang karena Mark sering minum-minum dengan temannya.

Mark kemudian kembali ke Wales untuk membantu ayahnya mengelola cafe sedangkan Penny di London bekerja sebagai perancang furnitur.

Saat Penny di tempat kerja, Adele dititipkan ke bibinya, Kim dan Anita.Adele hidup di flat sederhana di atas toko di South London.

Sementara itu Mark semakin kecanduan alkohol bahkan minum dua liter vodka setiap hari selama tiga tahun. Dia lepas dari alkohol berkat bantuan pacarnya tujuh tahun lalu.

"Satu-satunya yang bisa kubanggakan, Adele tak pernah melihatku sedang mabuk," kata Mark yang punya anak lainnya, Cameron, 16, hasil hubungannya dengan wanita lain setelah Penny. [ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar