Sebelum Meninggal, Whitney Houston Sempat Dikabarkan Bangkrut Karena Kecanduan Kokain
Whitney Houston (Reuters)

Los Angeles, Seruu.com - Sebelum akhirnya dikabarkan meninggal dunia pada 11 Februari 2012, kemarin, penyanyi legendaris Whitney Houston juga sempat dikabarkan mengalami masalah dengan keuangannya.

Pelantun tembang 'I Will Always Love You' itu dikabarkan bangkrut lantaran kecanduan kokain yang benar-benar menguras banyak uangnya. Bahkan untuk menutupi semua kebutuhannya, Houston dikabarkan harus menggantungkan hidupnya dengan bantuan dari label rekaman 'Arista'.

Kendati demikian, hal tersebut tidak ia dapatkan secara cuma-cuma. Pasalnya dengan bantuan yang diterima, Houston harus mempersembahkan album baru sebagai bentuk timbal-balik atau ganti kepada label rekaman tersebut.

"Keberuntungan Whitney telah hilang. Pelaku besar musik industir mendukungnya dan label dengan imbalan album barunya, tapi tak seorangpun tau itu akan dirilis," kata seorang sumber dilansir Showbiz Spy, Selasa (24/01/2012) lalu.

"Dia bisa saja tidak punya rumah jika tidak ada orang yang menyelamtkannya," sambung sumber.

Tak hanya mengandalkan batuan dari label saja. Saking bangkrutnya, Houston juga sampai harus meminjam uang kepada sahabatnya hanya untuk sekedar mengisi perutnya yang kosong.

"Ia menelepon seseorang untuk pinjam uang 100 dolar. Tentu itu sangat menyedihkan," kata sumber lagi.

Pada Agustus 2001 lalu, Houston sempat menandatangani sebuah kontrak besar dengan label rekaman 'Arista'/BMG. Dan dari kontrak tersebut, Houston meraup keuntungan US$ 100 juta untuk enam album baru. Namun selama kontrak berjalan, Houston baru menelurkan album 'I Look to You' pada tahun 2009. [show/pul]

 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar