Lama Tak Muncul, Nicholas Saputra Nongol di Film Anti Korupsi
Nicholas Saputra
"Dilihat dari temanya (memberantas korupsi), maka saya ingin support itu. Pas lihat synopsis-nya juga film ini menarik. Ini adalah salah satu bentuk support saya memberantas korupsi,"

Jakarta, Seruu.com - Aktor sekaligus bintang iklan Nicholas Saputra menjalin hubungan asmara dengan aktris cantik Revalina S. Temat,Tak hanya itu, Nicholas juga berniat menikahi Revalina, bahkan demi memuluskan niatnya, Nicholas mengambil jalan pintas dengan menyogok petugas Kantor Urusan Agama (KUA).


                  

Eits!, jangan salah sangka dulu. Peristiwa teersbut adalah penggalan dari film pendek yang dibintangi oleh Nicholas dan Revalina berjudul 'Aku Padamu' yang merupakan rangkaian film pendek 'Kita Versus Korupsi' produksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Transparency International Indonesia (TII) dan sejumlah lembaga lainnya.

Bintang film 'Gie' ini sangat antusias turut terlibat dalam film non - komersil yang rencananya akan diputar akhir Januari 2012 mendatang dan diputar di sekolah - sekolah. Nicholas mengungkapkan turut berperannya ia dalam film yang diproduseri Abduh Aziz adalah bentuk dukungan untuk lembaga pemberantas korupsi Indonesia itu.

"Dilihat dari temanya (memberantas korupsi), maka saya ingin support itu. Pas lihat synopsis-nya juga film ini menarik. Ini adalah salah satu bentuk support saya memberantas korupsi," ujar Nicholas di  Djakarta Theater XXI, Jl. MH. Tamrin, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2012).

"Setahu gue film ini nantinya akan diputar ke SMA-SMA. Mereka sendiri adalah generasi penting bangsa dan kalau diputar di sana pasti akan pas," tambahnya.

Nico, sapaan akrab Nicholas mengaku sudah diejali pemahaman mengenai korupsi sejak ia kecil. "Pemahaman itu (korupsi) sudah lama gue dapat. Gue dapat pemahaman korupsi dari orang tua, bahkan kakek - nenek gue juga dah ngajarin," pungkas pemeran Rangga dalam film drama 'Ada Apa Dengan Cinta' itu.

Pemutaran film 'Kita Versus Korupsi' dalam rangka kampanye akan dilakukan oleh institusi Transparency International Indonesia dan permohonan pemutaran film ini dapat dilakukan dengan menghubungi institusi Transparency International Indonesia.

Gagasan segar muncul dari Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang turut menyaksikan film ini. Menurutnya, film ini harus bisa menjadi kekuatan kolektif masyarakat, karena yang disentuh adalah  kejadian sehari-hari yang dialami banyak orang.

"Jangan biarkan film ini hanya ditonton dan diresapi, terus hanya jadi kekuatan personal. Kita lawan korupsi dengan humanisme," tandasnya. Sementara Ketua KPK Abraham Samad sangat berharap film-film seperti ini bisa ditonton lebih banyak oleh orang Indonesia.
"Film yang sangat menyentuh, mudah dipahami, dan sangat humanis," ujarnya di laman resmi KPK.

Film ini akan mulai diputar untuk masyarakat pada akhir Januari 2012. Seperti pesan Bambang, film ini jangan hanya berhenti jadi tontonan, tetapi diharapkan bisa jadi tuntunan masyarakat. [irman]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar