http://www.seruu.com/
http://www.seruu.com/
 
Pementasan Menunggu Godot Sukses di Makassar

Makassar, Seruu.com - Pementasan naskah teater klasik karya Samuel Becket "Waiting For Godot" selama lima hari, 7-11 Januari 2012 di Gedung Kesenian Sulawesi Selatan Societeit de Harmony Makassar berlangsung sukses.

Dalam pementasan terakhir, Rabu malam, sekitar 200 penonton yang umumnya mahasiswa, seniman dan budayawan memadati lokasi pementasan termasuk diantara penonton ada anggota DPRD Sulsel Armin Mustamin Toputiri.

Waiting for Godot mengisahkan dua sahabat, yakni Vladimir dan Estragon, yang menanti datangnya sang juru selamat bernama Godot.

Vladimir diperankan Rusel dan Estragon diperankan Fadhli Amir. Keduanya adalah aktor penuh talenta asal Makassar.

Dalam pementasan selama 150 menit, Vladimir dan Rusel dirundung frustasi karena terus menanti Godot yang tidak kunjung datang hingga acara berakhir.

Penantian Vladimir dan Estragon diwarnai kesedihan, kecemasan, kegembiraan, kekerasan, dan keputusasaan bahkan kadang konflik, namun mereka berkomitmen untuk tetap bersama karena memiliki harapan sama, yakni bertemu Godot.

Di tengah penantian keduanya bersua seorang majikan yang kejam, Pozzo bersama pembantunya yang bodoh bernama Lucky. Pozzo diperankan Andayani Alam sedangkan Lucky diperankan Marwan Paris.

Sikap Pozzo yang angkuh membuat pertemuan tersebut konflik. Disisi lain Vladimir dan Estragon peduli dengan Lucky yang diperlakukan semena-mena oleh Pozzo. Bahkan Estragon malah ikut-ikutan menzalimi Lucky yang bodoh.

"Godot adalah simbol harapan dalam sebuah situasi yang serba tidak pasti. Hari ini, di tengah situasi sosial dan politik yang tidak menentu, naluri dasar kemanusiaan kita sedang berharap datangnya Godot," kata Direktur Eksekutif Kata Teater, Bakti M Munir mengurai makna dibalik naskah Waiting For Godot.

Sang sutradara, Shinta Febriany mencoba memberi tafsiran tersendiri pada pementasan pertama Waiting For Godot di Makassar, dari yang biasanya dalam kesuraman, kini disajikan dalam tafsir artistik berseri.

"Sebab harapan semestinya disambut dengan suka cita," ucap Shinta.
[ndis]

Peraturan Komentar