Metallica Siap RIlis Film 3D

Seruu.com - Band yang merupakan legenda thrash metal, Metallica, mengonfirmasi akan mengeluarkan film 3D yang siap tayang pada 2013. Berita tersebut sempat hanya menjadi spekulasi sebelum keluar pernyataan di web resmi metallica.com pada Jumat (6/1). Itu merupakan proyek film 3D pertama band yang sudah menjual 100 juta kopi album di seluruh dunia tersebut.

Metallica memberikan beberapa pernyataan seputar film tersebut. "Kami memang mengerjakan film 3D yang sedang dalam tahap awal pengerjaan". Belum ada perkataan lebih mendetail dari James Hetfield (vokal, gitar), Lars Ulrich (drum), Kirk Hammett (gitar), atau Robert Trujillo (bas) tentang proyek ini.

Terutama, apakah film 3D itu berjenis film konser, dokumenter, atau keduanya yang dijadikan satu. "Kami ingin memberikan penjelasan lebih tentang proyek film tersebut saat ini. Tapi, kami memang belum menyelesaikan apa pun," lanjut pernyataan di situs resmi Metallica.      

Sebelumnya, Metallica pernah mengeluarkan film dokumenter berjudul Some Kind of Monster pada 2004. Titel itu diambil dari lagu berjudul sama yang keluar pada 2003 dari album St. Anger.

Band yang didirikan pada 1981 tersebut juga pernah mengeluarkan film konser berjudul The Big 4 Live from Sofia, Bulgaria (2010) yang disiarkan 450 bioskop di Amerika Serikat. Di konser tersebut, mereka bermain bersama Slayer, Megadeth, dan Anthrax yang dikenal sebagai The Big four of Thrash Metal.

Sementara itu, Metallica baru saja mengeluarkan EP berjudul Beyond Magnetic. Album mini berisi empat lagu berjudul Hate Train, Just a Bullet Away, Hell and Back, dan Rebel of Babylon tersebut rilis digital pada 13 Desember 2011. Rencananya, Beyond Magnetic juga akan dijual dalam bentuk CD dan mulai available pada 30 Januari 2012.

Metallica menjadi salah satu band yang ditunggu konsernya di Indonesia pada 2012. Banyak fans berspekulasi rombongan The Big Four akan mampir ke tanah air. Pernyataan tersebut didasari komentar Manajer Metallica, Cliff Burnstein.

"Kami juga produk ekspor Amerika Serikat seperti Coca-Cola. Tentu saja, kami melihat pangsa pasar terbaik. Saat ini, Indonesia dalam daftar pantauku," ujarnya kepada Wall Street Journal ketika itu. [ndis]

Peraturan Komentar